Saturday, March 21, 2015

Thankyou, Love.

Teruntuk seseorang yang pernah berkata
“Aku akan selalu berusaha buat bahagiain kamu”
dan
“Gak, aku nggak akan pernah nyerah buat nge-push kamu supaya kamu nggak gampang nyerah jadi orang”

Hallo, kamu.

Mungkin selama ini aku ketus sama kamu, atau mungkin selama ini aku sering ngambek karena hal-hal yang menurut kamu sepele. But, just so you know I try my best to let you know that I love you.

Aku beruntung. Syukur Alhamdulillah aku beruntung.

Semenjak kita “dipertemukan lagi”, kamu banyak sekali berubah. Kamu jauh jauh jauh lebih perhatian dan penyayang. Kalau masalah sabar itu relatif, ada kalanya kamu sabar ngadepin aku (kalau lagi mood), ada kalanya juga kamu nggak sabar (contohnya kalau lagi ngantri terus diselak sama orang lain hehe). Setiap kamu nepatin kata-kata kamu yang aku kutip di atas, kamu buat aku terkagum-kagum.

Jujur, aku nggak sekuat kamu. Aku rapuh. Aku pesimis.

Tapi, lihat Allah pertemukan aku dengan siapa? Dengan kamu.

Kamu adalah orang yang super optimis. Kamu melengkapi aku (InshaAllah, amin). Suatu ketika kita sedang mencari alamat suatu rumah makan yang menyajikan mie instan terkenal (sebut saja Indomie) sama persis dengan gambar yang ada pada kemasannya. Kita mencari di aplikasi peta tapi nggak ketemu, entah karena battery hp kamu mau habis atau kerena nggak ada koneksi. Alhasil, kamu – yang memang ekspernya jalan di Jakarta – nyari di sekitaran alamat yang ditulis di akun Twitter rumah makan tersebut. Jl.Kapten Tendean No.34, di SPBU Pertamina Mampang-Kuningan. Kita sudah melewati jalan tersebut sebanyak 2 kali tapi tidak juga menemukan adanya rumah makan yang dicari. Aku – si pesimis – mulai memberi ide “yaudah deh kita pulang aja kalau emang nggak ketemu”. Dan apa yang terjadi kemudian? Kamu memutar kemudi motor melewati satu jalan berbeda dan langsung ketemu terus bilang “Kan udah aku bilang jangan cepat nyerah, tuh ketemu kan” sambil senyum.

Di lain kesempatan, aku mengeluh karena software handphoneku tidak bisa di-upgrade dan kamu dengan senang hati membantuku. Sudah download sampai dua kali namun koneksi terputus ditengah-tengah proses sehingga yang tertulis hanya zero bytes. Aku, si pesimis, seperti yang sudah-sudah berkata “yaudah kalau emang nggak bisa nanti aja, aku ngantuk” dan langsung tertidur (saat itu kita berada di lantai atas toko kamu karena komputer adanya di sana). Saat aku terbangun, kulihat proses download sudah 800mb. Subhanallah, ternyata selama aku ketiduran tadi kamu malah ngutak-ngatik komputer supaya bisa. Dan tidak hanya sampai disitu, koneksi tidak terputus lagi hingga software berhasil diupgrade sepenuhnya. Kamu bilang “Alhamdulillah, aku udah cek, handphone kamu asli, ada garansi sampai tahun depan, dan sekarang udah diupgrade jadi ios 8.2” seperti biasa sambil senyum.


Sebenernya, masih banyak hal-hal yang mau aku ceritain tentang kamu yang selalu berusaha menepati kata-kata kamu ke aku. Cuma aku takut kamu bosen bacanya. Aku hanya mau kamu tau kalau aku bahagia ngabisin hari-hari aku sama, entah itu naik kereta, panas, desek-desekan, asal sama kamu aku seneng. Aku bersyukur kita dipertemukan lagi semoga yang bahagian seperti ini bisa awet, dan aku bangga banget bisa jadi orang yang kamu sayangin. Alhamdulillah.

Terima kasih ya, untuk semuanya. Aku sayang kamu, Dendi.

No comments: